Funtech

All about technology information and fun article

Kecerdasan Buatan yang Mampu Deteksi Kanker Usus

Perkembangan tehnologi selalu dipakai serta diterapkan ke beragam bagian, termasuk juga dalam bagian kesehatan. Pemakaian tehnologi tinggi untuk mendeteksi dengan awal potensi kanker didalam badan manusia jadi satu diantara trend didunia kesehatan sekarang ini. Salah nya ialah Kecerdasan Buatan (AI) yang diperkembang oleh sekumpulan peneliti dari Jepang. AI berbentuk system piranti lunak (software) itu dapat mengetahui potensi kanker usus yang dihadapi oleh seorang.

Bahkan juga, tingkat akurasi dari AI ini diklaim mendekati 94 %. Saat yang diperlukan system ini agar bisa mengetahui kanker usus juga cuma dalam hitungan detik. Dalam percobaan paling akhir, system AI ini dapat mengetahui serta mengidentifikasi spot colorectal adenomas, yang bisa berkembang jadi tumor serta kanker usus, dari satu gambar hasil endoskopi yang diperbesar. Gambar itu lalu dicocokan dengan 30 ribu gambar sama. System juga sudah mengidentifikasi sekitaran 300 colorectal adenomas dari 250 pasien, dengan saat kurang dari satu detik.

f:id:funtech:20171101051419j:plain

Bukan sekedar itu, system AI ini dapat menilainya tingkat keganasan dari kanker maupun tumor berdasar pada gambar endoskopi. Beberapa peneliti mengatakan, tingkat akurasi dari hasil system ini menjangkau 94 %. Apa yang paling menarik dari terobosan ini, system AI bisa mengidentifikasi kanker usus dengan real time dari gambar endoskopi, tutur kepala tim peneliti dari Kampus Showa, Yuichi Mori, waktu mengenalkan system ini di Konferensi Gastroenterology di Barcelona, Spanyol. Meski demikian, Mori menjelaskan, walau system ini belum juga memperoleh kesepakatan dari Pemerintah Jepang, tetapi Mori percaya, system ini bisa menolong pasien.

Dengan pertolongan system ini, beberapa pasien bisa hindari peluang operasi maupun bedah pengangkatan tumor atau kanker dari usus. Diluar itu, Mori juga optimis, system ini juga akan selekasnya memperoleh kesepakatan dari Pemerintah Jepang untuk diterapkan dengan klinis dirumah sakit maupun sarana kesehatan. 'Kami percaya, hasil ini bisa di terima untuk aplikasi klinis. Begitu, maksud pertama kami sekarang ini yaitu memperoleh izin dari pihak berwenang untuk dapat lakukan diagnosis awal.